Integrasi tersebut dilakukan, agar memudahkan semua hal, dengan cara memadukan antara, artifisial intelijen, bio – engineering, internet, mobile – net, bio – teknologi, dan e – commerce, yang siap menggantikan manusia di bidang komunikasi, perbankan, pendidikan dan lain-lain.

Dekan Adelvin mencontohkan, di masa pandemi Covid-19, kita masih berkutat dan belajar tentang E – Learning, E – Commerce,  E – Goverment, E – Bangking, dan lain – lain.

Sementara negara luar sudah mendesain robot, guru super pintar yang tinggal diakses anak didik, driver pilot, masinis, nahkoda dan lain – lain, bahkan sudah ada robot yang menjadi pasangan hidup, yang hampir sama persis manusia.

Diakhir sambutanya, Dekan Adelvin berpesan kepada semua peserta yudisium, bahwa dharma bakti mereka telah ditunggu oleh keluarga dan masyarakat serta negara. 

“Jangan pernah berhenti untuk belajar dan mencoba karena sumber belajar tidak hanya dari dosen dan kampus saja, tetapi dari segala persoalan, kesukaran, lingkungan sekitar, juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan saudara,” tutup Adelvin.