Dia menyatakan, apapun alasannya, PT. PCN wajib bertanggungjawab terhadap 8 tenaga kerja yang sudah dinyatakan lulus seleksi pada Oktober 2019 lalu.
“Jika kedelapan tenaga kerja tidak dipekerjakan, maka pemasangan jaringan Ropa-Maumere oleh PT. PCN tidak boleh merekrut tenaga kerja baru, sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Dia menambahkan, kedelapan tenaga kerja telah menyiapkan seragam sesuai permintaan oleh PT. PCN. Namun hingga kini mereka belum juga diakomodir untuk bekerja.
“Sebenarnya kedatangan kami hari ini, agar ada titik temu antara pihak tenaga kerja dengan PT. PCN, sehingga persoalan ini tidak gantung dan ada kejelasan,” terangnya.
Ia berharap kepada PT. PCN agar mereka tetap diakomodir untuk bekerja sebagai tenaga kerja pemasangan jaringan listrik, karena mereka sudah dinyatakan lulus seleksi.
Kordinator PT. PCN wilayah Flores, Nana Sumarna, ketika dikonfirmasi media ini, menyampaikan, untuk sementara pihak PLN wilayah NTT belum memutuskan untuk menambah tenaga kerja.



Tinggalkan Balasan