Menurut Angga, Susanti sendiri sebenarnya enggan ada penjemputan dan euforia yang berlebihan, karena pada tahun 2017, 2018 dan 2019 ketika berhasil juara pun tidak disambut seperti yang direncanakan saat ini.
“Karena tidak merubah juga kita punya skill bertanding. Cuma, saya bilang, dulu itu juara Kejurnas. Dan PON ini memang gaungnya besar, jadi kamu sudah pantas dapat sambutan dari masyarakat. Hanya saja tidak membayangkan Pikapnya seperti itu,” terang Angga.
Angga menyebut, ketika tiba di Bandara El Tari Kupang, terdapat sejumlah perwakilan KONI dan pemerintah yang menyambut dan memberikan karangan bunga, serta menyiapkan mobil.
“Mereka sempat beberapa kali tawar, tetapi saya bilang katong (kami) punya anak-anak Laskar Timor Indonesia sudah siapkan mobilnya. Sehingga tidak enak, karena mereka sudah swadaya sendiri untuk jemput, lalu ditinggalkan begitu saja. Sehingga saya rasa tidak pantas juga,” tandasnya.
Sementata Atlet Muaythai, Susanti Ndapataka, menyampaikan terima kasih atas inisiatif Laskar Timor Indonesia yang telah mengambil bagian dalam mengawal dan menjemputnya ketika tiba di Kota Kupang.



Tinggalkan Balasan