Meski ditawari numpang di mobil yang disiapkan, Susanti memilih untuk menggunakan mobil terbuka di bagian belakang. Hal ini agar dirinya bisa menyapa masyarakat Kota Kupang.

Namun naas, mobil yang disiapkan ternyata tidak sesuai harapan. Mobil tersebut adalah tipe pick up. Alhasil, Susanti dan rombongan tetap naik, meski tidak diarak sebagaimana mestinya sebagai pahlawan olahraga yang mengharumkan nama NTT. (*)