Menurutnya, kedua nama yang diusulkan merupakan figur yang memiliki kelebihan dan kekurangan, karena mereka memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Dimana Dominikus Mere berasal dari kalangan birokrasi, dan Erikos Emanuel Rede merupakan seorang politisi.
“Sehingga prosesnya kita serahkan sepenuhnya kepada anggota DPRD, karena mereka yang wewenang untuk memilih kedua calon tersebut,” terangnya.
Meski demikian, dirinya sangat yakin, bahwa jika salah satu dari kedua calaon yang diusulkan dipilih untuk mendampingi bupati Djafar Ahmad, maka tentu mereka akan beradaptasi dengan sistem kerja bupati.
“Tentu saya berkeyakinan, siapapun nanti yang akan terpilih, masing-masing sosok ini mampu beradaptasi dengan bupati Djafar Ahmad,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya sangat berharap sehingga proses penentuan wakil bupati Ende segera dilakukan, sehingga pembagian tugas lebih jelas, serta masing-masing dapat mengetahui tupoksinya.
“Kami harap prosesnya lebih cepat lebih bagus, sehingga mereka mengetahui tupoksi mereka, dan dapat mengaplikasikannya untuk kepentingan masyarakat umum,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan