Dandim 1612 Manggarai Benarkan Anggotanya Terlibat Adu Jotos di RSUD Ben Mboi Ruteng

Dandim1612 Manggarai, Letkol Ivan Alfa, S. Sos/Foto: EP

Ruteng, KN – Seorang oknum anggota Satgas COVID-19 di Kabupaten Manggarai melakukan tindakan tak terpuji terhadap keluarga almahrum SS yang kebetulan meninggal di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Peristiwa itu bermula ketika oknum Satgas COVID-19 mengeluarkan kalimat kasar kepada keluarga almahrum, saat berdialog dengan pihak rumah sakit, terkait status pasien.

Prilaku oknum Satgas kemudian memicu amarah keluarga almahrum, hingga terjadi perkelaihan, yang mengakibatkan tiga orang keluarga almahrum SS mengalami luka-luka.

Oknum Satgas COVID yang terlibat adu jotos dengan keluarga almahrum SS, di RSUD Ben Mboi Ruteng, pada Rabu 22 September 2021 itu, diduga merupakan seorang anggota TNI yang bertugas di wilayah Kodim 1612 Manggarai.

Dandim1612 Manggarai, Letkol Ivan Alfa, S. Sos., ketika dikonfirmasi media, dirinya membenarkan bahwa oknum Satgas yang terlibat perkelaihan di RS Ben Mboi Ruteng merupakan seorang anggota TNI.

“Yang terlibat perkelahian dengan keluarga pasien COVID-19 di RS Ruteng, merupakan Anggota TNI yang bertugas di wilayah Kodim1612 Manggarai,” ujar Letkol Ivan Alfa kepada wartawan, Kamis 23 September 2021.

BACA JUGA:  Miliki Ijin Lengkap, Klinik King Care Kupang Kembali Beroperasi

Menurutnya, secara garis besar, permasalahan yang melibatkan anggotanya telah diselesaikan secara kekeluargaan pasca kejadian. Dan peristiwa tersebut merupakan adanya kesalah pahaman anatara anggotanya dan pihak keluarga almahrum.

“Permasalahan telah diselesaikan hari itu juga secara kekeluargaan. Permasalahan terjadi akibat adanya kesalah pahaman,” terang Lektol Ivan.

Dia menjelaskan, yang terlibat perkelahian merupakan angotanya, sehingga pihaknya akan memberikan pejelasan lebih detail terkait masalah tersebut, dengan meminta wartawan untuk mendatangi kantornya.

“Betul itu anggota intel kodim yang tergabung dalam Satgas COVID-19. Untuk lebih jelas bisa datang ke kantor dan kita jelaskan. Karena sekarang saya masih di Koramil Pota,” tandasnya. (*)