“Kedisiplinan juga harus dibarengi dengan kerja keras. Harus belajar bekerja keras baik di rumah membantu orang tua maupun di tempat pelatihan. Jangan diam jika melihat ada yang tidak beres. Yakinlah dengan melakukan hal-hal kecil, maka peserta pelatihan akan dapat melakukan hal-hal besar,” jelas Dr. Thomas Ola.
Sementara pimpinan BLK Caritas Peduli, Sr. Margaretha Ada SSpS, mengatakan, sejak tahun 70-an, sebenarnya sudah ada pelatihan ketrampilan di Pulau Lembata yang dilakukan oleh suster-suster SSpS yaitu ketrampilan menjahit untuk ibu-ibu di Lamalera.
Menyesuaikan dengan regulasi yang berkembang, maka SSpS melalui Yayasan “Gunthild” mencoba membuka Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Lembata.
“Awalnya belum ada gedung atau rumah pelatihan. Pelatihan tata boga untuk ibu-ibu digelar di bawah rindangan pohon. Berkat kerja sama dengan Pemda dan pemerintah pusat, akhirnya dapat dibangun rumah pelatihan dengan bidang pelatihan tata boga, menjahit, sampai bidang komputer dan komunikasi untuk anak–anak muda yang diresmikan Plt. Bupati Lembata Thomas Ola hari ini,” ungkap Sr. Margaretha.



Tinggalkan Balasan