Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam kesempatan tersebut mengatakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terdiri dari unsur pemerintah daerah, swasta, lembaga jasa keuangan, akademisi, dan beberapa lembaga lainnya, untuk memediasi masyarakat yang aksesnya terbatas dengan lembaga jasa keuangan.
Dalam konteks tersebut, maka perlu dibangun penguatan-penguatan di masyarakat, terutama pada lembaga-lembaga yang berfungsi sebagai jembatan penghubung.
“Saya dalam kapasitas sebagai Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT. Di lembaga ini ada 84 anggota. Jadi ada perbankan, BPR, Bank Swasta, Bank Nasional, BPD dan seluruh lembaga asuransi, lembaga finance, lembaga ekonomi lainnya seperti BPJS, Taspen, Bursa Efek dan lembaga lainnya. Kami telah terlibat dan mengambil bagian menjadi salah satu komponen di TPAKD yang akan dilantik pada tanggal 27 Agustus 2021 di Semau,” jelas Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho.
Rangkaian kegiatan telah dilakukan dalam rangka untuk memperkuat akses keuangan, terutama di dua Kecamatan di Semau yaitu pada sektor perikanan dan kelautan, pertanian khususnya bawang, homestay, dan pariwisata.



Tinggalkan Balasan