Dewi juga menyampaikan, saat ini keluarganya yang terpapar COVID-19 diasingkan oleh warga sekitar. Padahal mereka sedang membutuhkan beras dan makanan pokok lainnya. Saat hendak berbelanja, pemilik kios enggan melayani mereka.
“Sementara bayi mereka masih menyusui dan asi ibunya tidak lancar karena stres dan kekurangan gizi. Di sini mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah,” jelas Dewi.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, empat orang itu dinyatakan positif terpapar COVID-19 pada Jumat 20 Agustus 2021 lalu.
Namun sejak saat itu hingga sekarang, tidak ada koordinasi dan informasi dari tim Satgas COVID-19 Kecamatan Langke Rembong terkait penanganan para pasien.
“Dari pihak Puskesmas sudah memberikan obat seperti vitamin, tapi untuk bantuan yang lain tidak ada sama sekali. Kami keluarga dari pasien berharap agar mereka segera diberi bantuan,” harap Dewi. (*)



Tinggalkan Balasan