“Karena saya percaya para komunitas di Tanah Timor sangat membutuhkan kebersamaan dalam ide, budaya dan bahasa,” tandasnya.
Perwakilan Institut Samdhana, Ita Natalia mengungkapkan kegembiraannya karena bisa menapakan kakinya di tanah Timor.
Menurut Natalia, dirinya bisa tiba di Pulau Timor karena atas restu Tuhan, serta dukungan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Kupang beserta jajarannya.
“Sekolah Alam Manusak merupakan bentuk dari semangat anak usia dini yang terus tumbuh untuk Indonesia di masa depan,” jelasnya.
Sementara Ambrosius Hendrianto, selaku pencipta Noken, menjelaskan, Noken merupakan salah satu tas rajutan berasal dari Papua, yang terbuat dari serat kayu.
“Seperti filosofi Noken yang berarti kelenturan atau fleksibel namun ada kekuatan yang sangat kuat yang memiliki nilai multiguna, transparansi, melambangkan rahim yaitu melindungi apa yang ada didalamnya,” terang Ambrosius.
Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Noken secara simbolis sebagai bentuk terlaksananya Me Noken d tanah Timor.



Tinggalkan Balasan