“Bagi saya, ini bukan hanya karena soal manfaat listrik untuk masyakat yang ada di Ende atau pulau Flores, sehingga kita mengesampingkan hak – hak masyarakat, serta dampak dari proses pengakutan batu bara terhadap masyarakat di empat desa tersebut,” tandasnya.

Sementara manajer PLTU Ropa yang dihubungi media ini belum memberikan tanggapan. (*)