“Sekarang sudah 8 tahun. Setelah itu, saat dia berusia 1 tahun 8 bulan kami sudah tahu pasti, bahwa dia memang tidak bisa jalan. Kami tidak bisa menghantar dia ke rumah sakit, karena BPJS tidak ada,” ungkap Ayahanda Yohanes Kepada Koranntt.com sambil mengusap air matanya.

Keluarga Yohanes sempat menginginkan untuk membeli kursi roda, namun mengalami kendala biaya yang tak cukup sehingga keinginan itu belum tercapai.

“Selama ini kami memiliki kerinduan besar membeli kursi roda untuk Yohanes. Tiga tahun lalu, kami ke Ruteng untuk membeli kursi roda, sampai di sana kita tanya kursi rodanya ternyata Rp1.700.000. Lantaran uang yang dipersiapkan waktu itu hanya satu juta, jadi uangnya kurang sehingga kami tidak membeli kursi itu,” jelasnya kepada wartawan, belum lama ini.

Ia menjelaskan, kondisi yohanes sangat memprihatinkan, karena tangan dan kaki anaknya agak kaku, sehingga sangat kesulitan untuk bergerak.

“Untuk makan dan minum kita, harus suap dia. Bahkan untuk mandi, buang air besar dan kecil pun harus dibantu secara bergantian saya dan istri saya,” kisah ayahanda Yohanes itu.