Karena pihaknya telah memiliki banyak pasien dan sudah menjalin kontrak tahunan, demi mendapatkan pelayanan Home Care di rumah pasien masing-masing.

“Ini pukulan yang sangat luar biasa. Kami punya banyak pasien. Dan ketika kami disuruh berhenti operasi, bagaimana dengan pasien ini? Secara hati nurani, kami sangat terpukul. Kejadian ini berjalan sudah satu minggu,” ucap dr. Elkridus.

Pasca mendapat teguran dari Dinkes, pihaknya berpikir hanya melengkapi seluruh kekurangan yang menjadi tuntutan dinas, dan klinik langsung kembali beroperasi untuk melayani masyarakat. Namun hingga sekarang belum.

“Jadi kami harap hari Senin besok bisa ada kabar baik dari Dinkes Kota Kupang. Semoga kami sudah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan pelayanan. Karena secara hati nurani, tanggung jawab moral kami terhadap masyarakat sangat terganggu,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam kasus tersebut, pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun. Semua teguran diterima, dihargai, dan Klinik King Care siap berbenah untuk jauh lebih baik ke depan.

“Hanya nurani kami memang sangat terpukul dengan hal ini. Karena kita sudah berjalan lima tahun dan berhenti langsung itu dampaknya sangat luar biasa,” tandasnya.

Kantongi Legalitas Lengkap

Klinik King Care Kupang juga sudah memiliki legalitas perusahan jelas, yang sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Kalau soal ijin klinik kita legal. tidak mungkin sudah berjalan lima tahun tanpa ijin. Bulan mei kemarin kami sudah perbaharui. Mulai ijin mendirikan, operasional dari Kemenkumham, serta ijin Rapid Antigen juga kita punya. Itu lengkap semua,” jelas dr. Elkridus.

Dia menegaskan, dalam masalah tersebut, pihaknya telah membuat kesahalahan dengan mengirimkan sampel ke laboratorium pihak ketiga, yang ijinnya masih dalam proses pembuatan.

“Mereka bukan tidak punya ijin. Tetapi mereka masih berproses. Dan saya juga tidak bisa salahkan mereka, karena alat sudah datangkan, tidak mungkin ijinya langsung muncul saat itu. Jadi Itu adalah letak kesalahan kami, dan siap untuk berbenah,” tutupnya. (*)