Mereka menyakini bahwa Yesus orang Nazaret itu selalu menaungi mereka dengan jubahNya yang ajaib dari serangan Covid-19. Sungguh luar biasa.

Dari kegiatan rohani yang dilakukan oleh misionaris tamatan dari Polandia ini bersama umatnya sangat menarik. Ada sesuatu yang baru di sana. P. Lucho begitu P. Aloysisus Tamnonob, SVD biasa disapa di Chile bukan berdevosi dan menyembah Sakramen Mahakudus di darat, di dalam gereja atau pun di gua Maria, melainkan mereka berdevosi dan menyembah Sakramen Mahakudus di atas udara, di dalam sebuah helikopter komersial.

Durasi waktu devosi dan penyembahan Sakramen Mahakudus di atas udara itu berlangsung selama dua setengah jam. Ini merupakan durasi waktu yang melebihi waktu doa rosario dan adorasi yang biasa dilakukan di dalam gereja atau kapela. Menarik, kan? Kok bisa, ya? Iya, bisa. Sebab di mana ada keinginan, di situ ada kemungkinan dan jalan.

Ide “gila” untuk berdevosi dan menyembah Sakramen Mahakudus di atas helikopter itu lahir dari kedalaman iman dan pengalaman mistik seorang ibu bernama Sandra Marible Donoso. Ia adalah salah seorang anggota kelompok doa Rosario Mar a Mar.