Upacara pemberkatan Kota Santiago dari atas langit oleh Pastor asal NTT / Foto: Leo de Jesus Leto

Musim dingin di Chile bagi seorang asing yang berasal dari daerah tropis seperti Nusa Tenggara Timur adalah musim yang “tidak enak” lantaran menyengsarakan dan terlalu banyak makan ongkos: belanja banyak pakaian untuk musim dingin dan alat pemanas atau kayu api untuk memanaskan rumah setiap harinya.    

Hari itu, P. Aloysisus Tamonob, SVD dan beberapa umat dari kelompok doa Rosario Mar a Mar dan Mater Fátima memilih untuk keluar dari rumah. Mereka tidak takut terhadap serangan Covid-19 apalagi dingin.

Dengan penuh antusias misionaris asal Timor Tengah Selatan itu dan dua kelompok doa tadi meluangkan waktu untuk datang kepada Bunda Maria dari Gunung Karmel. Tujuan mereka ialah ingin berdialog secara intens dengan Bunda Maria dan Tuhan Yesus di dalam dan melalui doa rosario dan penyembahan Sakramen Mahakudus.

P. Aloysisus Tamonob, SVD dan dua kelompok doa tersebut adalah rasul-rasul Yesus yang berani untuk bersaksi tentangNya di tengah situasi pandemi.