Selain itu, kata dia, kedua calon telah membuktikan kecintaan mereka terhadap dunia sepak bola, dengan mendirikan sekolah bola di NTT, khususnya Kota Kupang.

“Pak Fary mendirikan sekolah bola, SSB Bintang Timur, sementara pak David mendirikan Club Sepak Bola Kristal FC, juga membangun lapangan sepak bola di Kota di Kupang,” terangnya.

Dia menambahkan, menjadi ketua PSSI bukan hanya sekedar memimpin atau menjadika jabatan ketua untuk menjalankan roda organisasi semata.

“Sepak bola adalah olahraga yang paling digemari di dunia. Oleh karena itu yang jadi ketua PSSI NTT harus orang “gila”, berani berkorban. Baik secara koneksi, financial dan lain-lain baru bisa memajukan sepak bola NTT,” tutup pengacara terkenal asal NTT itu. (*)