“Kemudian, kita terhindar dari peredaran uang palsu. Akhir-akhir ini uang palsu beredar cukup banyak di NTT, apalagi dalam situasi sulit pandemi Covid-19. Dengan menggunakan QRIS, kita bisa menghindari peredaran uang palsu,” jelasnya.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan, program digitalisasi sedang gencar dilakukan secara besar-besaran di seluruh NTT, melalui kegiatan Festival Desa Binaan Bank NTT.

“Tahun depan kita sedang mendesain Fastival PADes seluruh Nusa Tenggara Timur. Desa-desa yang memberikan pemasukan terbaik bagi Kabupaten, akan kita berikan penghargaan dan rangsangan yang menarik untuk peningkatan PADes,” ungkapnya.

Selain itu, pengembangan sektor ekonomi, pertanian, peternakan, dan perikanan ke depan akan berbasis Desa, dengan melibatkan BUMDes setempat.

Lopo Di@ Bisa dan API 2021

Dalam kunjungan ke Desa Tuamese sebagai Desa Binaan Bank NTT, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu dan jajaran Kepala Divisi meresmikan Lopo Di@ Bisa Bank NTT.