Ia menuturkan, pihaknya segera memediasi dengan memberikan pelatihan mengolah semua hasil potensi unggulan yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara, termasuk kemasan dan pasarannya.
“Karena hotel, cafe dan restaurant sedang membutuhkan gula halus atau gula semut. Ini kami telah bekerja sama dengan Badan Otoritas Pariwisata di Labuan Bajo, dan hal ini kami sedang kerjakan,” ucapnya.
Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, yang perlu diperhatikan adalah sertifikasi produk dari sisi BPOM, dan merek dagangnya untuk memenuhi standar kesehatan di pasar.
“Kami Bank NTT siap memfasilitasi itu. Tim kami nanti akan datang dan memberikan pelatihan, sehingga potensi yang ada bisa terus dikelola dan bisa menjadi produksi yang produktif bagi peningkatan kesejahteraan di daerah ini,” ujarnya.
“Atas nama Bank NTT, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten TTU atas komitmen dan kepercayaan kepada Bank NTT untuk berkontribusi bagi pembangunan di NTT,” tandas Dirut Alex Riwu Kaho.
Sementara Bupati TTU, David Djuandi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Kabupaten TTU menyampaikan Desa Tuamese akan mewakili Kabupaten TTU dalam ajang API 2021.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan. Masyarakat di Desa Tuamese harus mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada saat ini. Selain itu masyarakat juga harus menjaga fasilitas dan kebersihan tempat wista Tuamese,” tulis Bupati David Djuandi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Desa Tuamese akan mengembangkan berbagai potensi lokal seperti sopi dan gula merah menjadi produk yang siap dipasarkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh direksi Bank NTT yang telah menyelenggarakan dan mensponsori Desa Tuamese menjadi Desa Binaan Bank NTT. Kiranya jasa baik dan kerja sama kita semua, Desa Tuamese kelak menjadi destinasi wisata kelas premium,” tandasnya. (*)







Tinggalkan Balasan