
Kemudian untuk merangsang naiknya PADes (Pendapatan Asli Desa), setiap tamu atau wisatawan yang masuk ke Desa Tuamese, bisa memilih beberapa paket wisata yang telah disediakan dengan tarif yang berbeda.
“Jadi kita harus buat narasi tentang Bukit Tuamese ini. Cerita leluhur tentang Bukit Tuamese bisa dihimpun dan harus dijual dan dilestarikan, baik secara digital maupun tertulis. Secara digital, Bank NTT sudah siapkan. Cukup scan, langsung terbaca cerita tentang Bukit Tuamese atau narasi tentang kampung atau Desa Tuamese,” ungkap mantan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT ini.
Ia melanjutkan, di tengah pandemi Covid-19, Bank NTT akan memasang alat pembayaran berupa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), agar masyarakat tidak lagi membayar menggunakan uang tunai. Pembayaran melalui QRIS, bisa menghidari masyarakat dari penyebaran virus corona dan memudahkan masyarakat dalam transaksi keuangan.
“Kemudian, kita terhindar dari peredaran uang palsu. Akhir-akhir ini uang palsu beredar cukup banyak di NTT, apalagi dalam situasi sulit pandemi Covid-19. Dengan menggunakan QRIS, kita bisa menghindari peredaran uang palsu,” jelasnya.
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan, program digitalisasi sedang gencar dilakukan secara besar-besaran di seluruh NTT, melalui kegiatan Festival Desa Binaan Bank NTT.
“Tahun depan kita sedang mendesain Fastival PADes seluruh Nusa Tenggara Timur. Desa-desa yang memberikan pemasukan terbaik bagi Kabupaten, akan kita berikan penghargaan dan rangsangan yang menarik untuk peningkatan PADes,” ungkapnya.
Selain itu, pengembangan sektor ekonomi, pertanian, peternakan, dan perikanan ke depan akan berbasis Desa, dengan melibatkan BUMDes setempat.
Lopo Di@ Bisa dan API 2021
Dalam kunjungan ke Desa Tuamese sebagai Desa Binaan Bank NTT, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu dan jajaran Kepala Divisi meresmikan Lopo Di@ Bisa Bank NTT.







Tinggalkan Balasan