Kupang, KN- Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H meletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) relokasi dan prasarana permukiman terdampak badai seroja, khususnya rumah rusak berat di Kota Kupang.
Peletakan batu pertama, dilakukan Wali Kota Kupang sejak tanggal 4-5 April 2021 lalu, yang berlokasi di Naituta, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Program pembangunan relokasi permukiman merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebelumnya, Wali Kota Kupang telah menyurati Kementerian yang direspons dengan merealisasi pembangunan Huntap sejumlah 172 unit yang akan dibangun diatas lahan yang disiapkan oleh Pemkot Kupang.
Peletakan batu pertama merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk bersama melaksanakan pembangunan hunian tetap sebagai salah satu bentuk penanganan pasca bencana siklon tropis seroja yang terjadi pada awal April 2021 lalu.
Wali Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR dan jajarannya atas responsnya sehingga pembangunan Huntap dapat terealisasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Jajaran Balai PPW dan P2P yang telah membantu memperjuangkan usulan Pemkot Kupang ke pemerintah pusat bagi penanggulangan korban seroja.
“Pemkot Kupang terus berusaha bersama pemerintah pusat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak badai siklon seroja dan pembangunan rumah layak huni. Kali ini akan diberikan kepada 172 penerima dengan estimasi pembangunan selama 5 bulan, untuk itu saya berharap bagi penerima untuk bersabar dan marilah kita doakan agar pembangunan berjalan lancar serta dapat rampung sesuai jadwal,” ungkap Wali Kota.





Tinggalkan Balasan