Menurut Riwu Kaho, kebijakan refocusing anggaran membuat Bank NTT cukup kewalahan dalam mengelola keuangan milik daerah. Karena hingga awal bulan kemarin, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sejumlah Kabupaten di NTT belum terdistribusi.

“Jadi mudah-mudahan dengan aplikasi yang telah disampaikan, pemenuhan laporan ke Kementerian Keuangan bisa mempercepat proses transaksi dan transfer dana pemerintah, baik DAU maupun Dana Aloksi Khusus (DAK),” harapnya.

Bank NTT juga akan mendatangkan tim untuk memberikan edukasi terkait proses pendaftaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan indikasi geografis (IG) kain tenun yang ada di Kabupaten Belu dan seluruh Kabupaten/Kota di NTT.

“Sehingga nanti dengan identitas, produk dari pelaku UMKM kita bisa dorong untuk masuk ke dalam pasar yang berbasis online,” jelasnya.

Tahun depan, Bank NTT akan mengadakan Festifal PAD bagi setiap desa yang berada di Kabupaten Belu, sehingga setiap desa mampu memberikan kontribuasi nyata bagi PAD Pemda Belu.

“Dengan adanya alokasi Dana Desa yang besar dan pergerakan ekonomi di pedesaan yang memiliki banyak potensi, maka kita bantu mereka dengan berbagai fasilitas program. Sehingga semua aktivitas punya kontribusi bagi PAD,” ungkapnya.