“Pencapaian ini karena kita miliki para pemegang saham yang hebat dan luar biasa, dan mau berkomitmen untuk kemajuan Bank NTT. Sehingga Bank bisa terus mendapat banyak suport dari para Bupati khususnya di Kabupaten Belu,” terangnya.

Menurut Riwu Kaho, kebijakan refocusing anggaran membuat Bank NTT cukup kewalahan dalam mengelola keuangan milik daerah. Karena hingga awal bulan kemarin, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sejumlah Kabupaten di NTT belum terdistribusi.

“Jadi mudah-mudahan dengan aplikasi yang telah disampaikan, pemenuhan laporan ke Kementerian Keuangan bisa mempercepat proses transaksi dan transfer dana pemerintah, baik DAU maupun Dana Aloksi Khusus (DAK),” harapnya.

Bank NTT juga akan mendatangkan tim untuk memberikan edukasi terkait proses pendaftaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan indikasi geografis (IG) kain tenun yang ada di Kabupaten Belu dan seluruh Kabupaten/Kota di NTT.

“Sehingga nanti dengan identitas, produk dari pelaku UMKM kita bisa dorong untuk masuk ke dalam pasar yang berbasis online,” jelasnya.

Tahun depan, Bank NTT akan mengadakan Festifal PAD bagi setiap desa yang berada di Kabupaten Belu, sehingga setiap desa mampu memberikan kontribuasi nyata bagi PAD Pemda Belu.

“Dengan adanya alokasi Dana Desa yang besar dan pergerakan ekonomi di pedesaan yang memiliki banyak potensi, maka kita bantu mereka dengan berbagai fasilitas program. Sehingga semua aktivitas punya kontribusi bagi PAD,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika protokol kesehatan dimungkinkan, jelang HUT RI ke- 76, Bank NTT siap mengadakan lomba kebersihan antar Kecamatan, Kelurahan dan Desa, serta fasilitas pendukung bagi kesehatan masyarakat.

“Atas restu Bupati dan Wakil Bupati, saya minta untuk adakan lomba kebersihan. Kita juga akan koordinasi dengan dinas terkait dan bersama Pemkab Belu untuk beberapa program demi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan di Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho juga menyerahkan bantuan berupa sebuah unit mobil tanki air bersih, yang bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility). Bantuan diterima langsung oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM.