Ada 1378 objek wisata yang diidentifikasi oleh Pemprov NTT sebagai destinasi pariwisata terbaik. Ini jumlah besar, salah satu terbesar di Indonesia bahkan dunia, untuk skala provinsi. Dari jumlah tersebut, ada 736 objek wisata alam, sekitar 500 objek wisata berbasis budaya dan 101 objek wisata dengan minat-minat khusus serta 41 objek wisata buatan sehingga andalan pariwisata NTT adalah objek wisata alam dan budaya.

“Saya juga mau share bahwa keputusan Pemprov NTT untuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi NTT. Ini bukan karena ada daftar panjang potensi kita tetapi ini didasarkan pada kajian atau penelitian ilmiah yang kami lakukan pada tahun 2017. Dan, pada 45 objek wisata yang diteliti di seluruh NTT, dari Manggarai Barat hingga ke Pulau Timor dan hasil yang kami temukan adalah bagaimana rantai pasok dari industri pariwisata. Seperti apa suply change industri pariwisata.” jelas Prof Kameo.

Pihaknya meneliti dan kesimpulannya, pariwisata punya mata rantai pasok yang cukup panjang dibanding sektor ekonomi lain sehingga dari teori ekonomi, jika satu potensi memiliki rantai pasok ekonomi yang panjang, maka sektor itu bisa ditetapkan sebagai setor yang menggerakkan ekonomi.

Menurut Prof Kameo, jika sektor ini kita sentuh, maka sektor lain yang masuk mata rantainya akan ikut bergerak.

Di NTT, pariwisata sebagai lokomotif dan gerbongnya adalah sektor petanian, perikanan dan kelautan, perkebunan dan peternakan serta usaha-usaha berskala UMKM.
Faddjar Hutomo selaku Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Bapafrekraf saat itu menegaskan dunia usaha sedang mengarah pada bagaimana roda ekonomi digerakkan secara berkelanjutan. Pandemi ini hanya mempercepat. Pandemi ini memaksa kita untuk harus segera bertransformasi agar pembangunan berkelanjutan untuk mencapai sustainable development goal dapat tercapai segera.

“Dan terkait dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif kita di NTT maka isu tentang sustainable tourism dan inklusif kreatif ekonomi menjadi dua hal yang berkaitan dan harus dikerjakan secara paralel. Ini jadi payung besar dari pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang kita lakukan di NTT,” katanya. (*/boy)