Labuan Bajo, KN – Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menorehkan prestasi gemilang dengan berbagai terobosan dan inovasi dalam mendukung dan memaksimalkan sektor pariwisata. Sejumlah inovasi di bidang digitalisasi dan elektronifikasi, serta pengembangan potensi wisata di NTT, diam-diam diapresiasi oleh pemerintah pusat.
Dirut Alex Riwu Kaho, diundang untuk memberi materi tentang Pemanfaatan Akses Pembiayaan Bank NTT untuk pengembangan Desa Wisata NTT dalam kegiatan ‘Fasilitasi Akses Pembiayaan Desa Wisata NTT’.
Ajang itu digelar oleh Direktorat Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerjasama dengan LinkAja dan Pemerintah Daerah Provinsi NTT.
Tampil pula sejumlah nara sumber berkapasitas dalam kegiatan yang digelar secara offline, di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (28/6/2021).
Nara sumber yang dihadirkan dalam forum itu diantaranya Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf yang hadir mewakili Menteri Parekraf untuk membuka kegiatan, Fadjar Hutomo. Tampil juga Prof. Daniel Kameo yang hadir mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai keynote speach, Anugrah Nanda Wijaya dari LinkAja, Shana Fatina selaku Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo serta sejumlah narasumber berkompoten lainnya.
Forum itu terlaksana dalam rangka memfasilitasi pelaku usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendapatkan informasi metode pembayaran digital nirsentuh serta sistem pembiayaan perbankan dan sekaligus untuk memberikan pemahaman konsep mengelola Desa Wisata kepada stakeholder Desa Wisata.
“Kita bersyukur karena di hari-hari terakhir, sudah hadir di NTT, tim percepatan akses keuangan daerah. Tim ini sudah ada di Manggarai Barat, seluruh Flores bahkan NTT. Tim ini terdiri dari berbagai stakeholder baik itu pemerintah, swasta, akademisi, komunitas ataupun masyarakat,” tegas Alex mengawali materinya.
Konsep pentahelix menurutnya akan menjadi kekuatan bagi kita bersama-sama dalam membangun fasilitasi akses pembiayaan. Konsep pentahelix ini ada empat komponen, yakni pemerintah yang hadir untuk memberikan pendampingan dan regulasi termasuk pihak-pihak yang mengatur regulasi akses pembiayaan. Dibutuhkan harmonisasi sehingga empat komponen ini bisa bertumbuh secara bersama-sama dan merasakan manfaatnnya secara bersama-sama pula.







Tinggalkan Balasan