Pelibatan akademisi supaya arah dan langkah kita terhadap fasilitasi akses pembiayaan bisa menciptakan ekosistem yang menjamin sustainable dari usaha-usaha yang dikerjakan. Dibutuhkan riset agar para pelaku usaha kita mampu menciptakan nilai beda, nilai unggul, daya saing dan daya jual.

“Kemudian masyarakat atau pelaku usaha. Berdasarkan riset yang diperoleh dari dunia ilmiah, dan kemudahan-kemudahan regulasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, mencari akses pembiayaan ke pihak perbankan atau lembaga jasa keuangan lainnya agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Ini bukan untuk menyulitkan melainkan demi responsibility, tanggungjawab,” katanya.

Disebutkan, sangat diharapkan dengan ekosistem yang dibangun dari Bank NTT, tujuan membangun daerah itu benar-benar bisa terwujud. “Kita punya komitmen untuk membangun daerah, yang mana selama ini dari berbagai aspek, memiliki ketergantungan kepada pihak pemerintah pusat yang sangat tinggi. Untuk menjawab hal itu, menciptakan item kemandirian adalah salah satu strategi yang tepat yang cerdas untuk kita mulai membebaskan diri dari ketergantungan kita terhadap pemerintah pusat dan lainnya. Mau atau tidak, saat ini kita sudah masuk pada era 5.0, super smart society dimana dengan adanya digitalisasi merubah semua pola perilaku dalam kehidupan kemasyarakatan, bisnis dan sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan, disruption teknologi, merubah perilaku kita dalam berbelanja. Di era ini, semua dituntut siap. Dan Bank NTT terus berusaha untuk berperan sehingga dengan bersama-sama masyarakat, pemerintah, akademisi menyiapkan stakeholder di NTT memasuki era 5.0.

“Kita menyelenggarakan Festival Desa Binaan. Di setiap daerah, ada desa yang dibina. Kita mengemas festival ini antara lain untuk implementasi visi dan misi kita dimana kita menjadi Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat. Sedangkan untuk aktivitas desa ini terus berjalan maka festival menjadi satu strategi. Sehingga akan terus berkelanjutan dan akan merangsang pergerakan ekonomi karena tidak saja dari satu sisi atraksi budaya saja namun suplay change di wilayah itu. Di destinasi yang ada, kita sistem paket,” ungkap Alex.