Dijelaskan, ada paket-paket yang disiapkan dalam layanan setiap destinasi dengan harga tertentu, sehingga tidak saja menjadi income bagi pengelola, melainkan berkontribusi pada daerah berupa PAD.
Diharapkan denghan festival ini ada multipay efect. Tidak saja atraksi alam yang dijual namun ada suply change yang tertata baik. Desa bisa mandiri, anak-anak disana bisa bertumbuh. Nantinya mereka bisa memanfaatkan kanal-kanal lain untuk mengekspouse keahlian mereka.
“Dari sisi digital, kita ciptakan web bagi UMKM kita, namanya GO NTT atau Gerbang Online NTT. Ini bisa diakses oleh siapapun. Web ini sedang kita kerjakan, bagaimana edukasi pelaku usaha untuk bisa memanfaatkan peluang ini secara baik. Kemudian sentralisasi produk perbankan. Di Festival Desa Binaan, satu syaratnya di desa itu ada member digital Bank NTT. Nah disana ada aplikasi m-Banking Bank NTT yang mana ada kanal-kanal transaksi pembelian dan pembayaran. Bahkan 17 Juli nanti akan kita launching aplikasi mobile kita yang baru, yang sudah ada super aps, belanja online, tarik tunai tanpa kartu, bisa mengajukan pinjaman dengan plafond tertentu, backup setoran dan 14 aktivitas lainnya. Kita sedang persiapkan untuk launching,” jelas Dirut Alex.
Tidak hanya itu, di bidang UMKM, Bank NTT bekerjasama dengan Pemprov NTT dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghadirkan skim kredit yang diberinama KREDIT MERDEKA. “Ini terjemahan dari mimpi besar Gubernur NTT untuk membangkitkan semangat sektor UMKM. Skim kredit ini diberinama MERDEKA yakni mereka merdeka dari agunan, bunga dan rentenir,” tegas Alex sembari menyebutkan, masih banyak terobosan dari sisi digital dan elektronifikasi, demi mendukung mimpi mewujukan NTT yang mandiri secara ekonomi.
Perlu Agresifitas Dunia Perbankan
Koordinator Staf Khusus Gubernur NTT, Prof Daniel Kameo, dalam penegasannya menyebutkan, Pemprov NTT mendukung sepenuhnya terobosan-terobosan di Bank NTT. “Perlu agresifitas dan penetrasi dari rekan-rekan dari dunia perbankan (Bank NTT). Saya hanya mau menyampaikan beberapa pesan dari bapak gubernur. Bahwa NTT ini kita harus sadar, harus diulang-ulangi bahwa kita punya kekayaan aset terbesar dari sisi ekonomi di NTT yakni sektor pariwisata. Orang NTT sendiri belum sadar akan kekayaan kita ini,” tegasnya.







Tinggalkan Balasan