Diduga Ada Permainan, Proyek Irigasi Wae Kampas Lelang Ulang Tiga Kali

Tangkapan layar website LPSE Kabupaten Manggarai / Foto: Yhono Hande

Ruteng, KN – Pengumuman pemenang proyek saluran irigasi Wae Kampas Desa Compang Dalo Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, NTT kembali dibatalkan.

Proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Manggarai.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, sebelumnya Pokja telah melakukan pelelangan sebanyak dua kali. Jadwal pemasukan dokumen penawaran pada pelelangan tahap pertama dilakukan pada bulan Mei tahun 2021.

Tahapan pertama ini hanya sampai pada tahapan pembukaan dokumen saja dan tidak sampai pada pengumuman pemenang tender. Adapun alasannya kala itu yakni karena Pokja lupa mengklik tombol RKK (Rencana Keselamatan Konstruksi).

Atas dasar itu, Pokja kemudian melakukan pengumuman pelelangan kedua. Jadwal pemasukan dokumen pelelangan tahap dua yakni pada bulan Juni. Namun, pelelangan kedua juga berujung pembatalan pengumuman pemenang dengan alasan yang beragam.

Di dokumen yang dikirimkan ke email setiap peserta, alasan pembatalan karena terdapat kesalahan dalam pemilihan metode pembayaran pada saat pembuatan paket, sehingga aplikasi tidak dapat melanjutkan proses pemilihan penyedia (BOQ tidak dapat terbaca oleh peserta pemilihan).

Salah seorang anggota Pokja atas nama Bone Bunduk mengklaim, pemenang tender proyek saluran irigasi di Wae Kampas batal diumumkan, karena tidak ada peserta lelang yang lulus evaluasi.

BACA JUGA:  PGSD FKIP Unika Ruteng Gelar FDG dengan Menghadirkan Para Alumni

“Itu karena tidak ada yang lulus evaluasi. Semuanya gugur to. Di situ ada yang melakukan penawaran, semuanya gugur,” ujarnya kepada awak media, Senin 28 Juni 2021.

Menurutnya, pihaknya telah membereskan dokumen untuk dilakukan pengumuman pelelangan ulang untuk ketiga kalinya.

“Iya, itu lelang ulang. Kita sedang buatkan pengumuman untuk pelelangan ulang,” tambahnya.

Alasan Bone Bunduk dibantah salah seorang peserta tender yang enggan dikorankan namanya. Ia menyatakan telah mengikuti proses tender proyek tersebut.

Dirinya bahkan menduga ada permainan di dalam tubuh Pokja, yang menyebabkan proyek tersebut dilelang ulang sampai tiga kali.

“Aneh kalau Pokja mengutarakan alasan seperti itu. Karena semua tahapan proses sudah kami lewati. Bahkan, ada salah satu diantara kami yang telah dipanggil untuk pembuktian dan pada tahapan evaluasi administrasi dinyatakan lulus,” ujar sumber media ini.

Ia lantas meminta Pokja untuk memberikan penjelasan yang transparan, sehingga publik bisa menilai kinerja Pokja Dinas PUPR Kabupaten Manggarai. (*)