Sementara itu, ditempat yang sama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengapresiasi peran BPKP yang telah membantu mengawal program stralegis di Provlnsi Nusa Tenggara Timur.
“Terima kasih kepada BPKP yang selama ini telah menjadi mitra stralegis Pemda di Nusa Tenggara Timur dalam membangun tata Kelola keuangan dan pembangunan yang lebih baik,” ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.
Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat menyambut baik dan sepakat untuk bersama-sama dengan BPKP dan APIP daerah fokus mengawal program pembangunan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Diketahui, Proyek strategis nasional di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sampai dengan Triwulan I tahun 2021 terdiri dari 3 Kawasan Strategic Pariwisata Nasional di Labuhan Bajo, 4 kegiatan tata kelola pertanahan, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang, 4 proyek pembangunan pelabuhan dan 6 Proyek bendungan dan irigasi yang salah satunya adalah bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka yang baru saja diresmikan oleh Bapak Presiden pada tanggal 24 Februari 2021.
BPKP juga telah menetapkan dua isu strategis daerah yang menjadi objek pengawasan tematik di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021, yaitu pengawasan atas Infrastruktur Pendukung Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah dan Pengawasan atas lnfrastruktur Pendukung Destinasi Wisata Labuan Bajo.
Selain itu, BPKP bersama Kepala Daerah dan lnspektur Daerah se Provinsi Nusa Tenggara Timur juga melakukan penandatanganan komitmen kesepakatan bersama dan pakta integritas dalam rangka percepatan target visi dan misi masing-masing kepala daerah yang disaksikan oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, lnspektur ll ltjen Kementerian Dalam Negeri, Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur. (*)



Tinggalkan Balasan