“Untuk itulah, Prajurit Komando Kewilayahan dituntut harus memiliki kualitas dan kemampuan pengetahuan teritorial yang dapat diandalkan seperti memahami Lima Kemampuan Teritorial, memahami sikap teritorial dan memahami metode pembinaan teritorial yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas,” jelas Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M dalam siaran Pers yang diterima media ini.

Dia menjelaskan, pendayagunaan Koramil Model yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan kempuan Binter, khususnya bagi prajurit baru di jajaran satuan komando kewilayaan sebelum ditugaskan ke lapangan. Sehingga mereka dapat mengaplikasikan dengan baik di wilayah masing-masing.

Kegiatan yang dilaksanakan, kata dia, diharapkan mampu menjadi barometer bagi para aparat kewilayaan dalam melaksanakan tugas pokok satuan. Karena, kegiatan tersebut merupakan bagian penting bagi kesiapan bagi seluruh aparat dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial sebagai fungsi utama TNI AD.

“Karena itu, laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan dilandasi semangat serta disiplin yang tinggi. Tanyakan hal-hal yang belum dimengerti, sehingga benar-benar memperoleh bekal pengetahuan yang dapat mendukung pelaksanaan tugas nantinya secara optimal,” tegasnya.