Sekian banyak karya lagu yang lahir dari tangan Daniel Anduk seperti , Mose Lalo, Mbate Neho Danong, Cala Lembu, Nai Go, Pata Mo Ende, Oe Adong, O Lumun Tepong, Elang O, O Dere O, O Kiong, O Aeng O, Tenang Mata, Sedih Apa Bail, Bombang Beli, Lalo Ledong, Mboros Toe Poso, Patam Ta, Ole Weta, Nia Anak Ge, Weta Lomes Kole dan Somba Mori dan mungkin masih banyak lainya.

Dari karya lagu-lagunya itu ia pun dikenang sebagai salah satu penyanyi legendaris di Manggarai Raya.

Dibawakannya hanya dengan pelukan sebuah petikan gitar kesayangannya yang dimainkannya sendiri pula.

Seperti informasi yang diapat oleh media ini bahwa sebelum akhirnya ia juga masuk dapur rekaman dimana pada era 2000-an bersama Lorens Ferdi di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Cara bernyanyinya cukup sederhana. Suaranya los, lepas, apa adanya. Tapi, sungguh menyentuh rasa. Karena, dia bernyanyi dengan hati. Hati untuk sebuah Manggarai sebagai tanah tumpah darahnya.

Almarhum di mata keluarga merupakan sosok ayah pekerja keras, meski dia memiliki keterbatasan fisik dia tetap berjuang untuk menafkahi keluarga.