“Kami juga meningkatkan BLT bagi masyarakat senilai Rp300 ribu kepada 150 masyarakat desa selama satu tahun. Jadi sebenarnya dana itu tidak terpangkas,” terangnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2021, Desa Mata Air memilik dua fokus dalam program pembngunan desa. yakni BumDes dan pemberdayan masyarkat. Namun, untuk sementara, pihaknya lebih memberikan perhatian khusus kepada penanganan Covid-19.

“Tetapi tetap ada pembangunan fisik. seperti tahun ini harus ada pembangunan satu sumur bor, dan ada bantuan berupa Rumah layak Huni dari PUPR sebanyak 50 unit, kemudian Balai Sungai tingkat provinsi salurkan 150 juta,” jelasnya.

Sementara untuk BumDes, Beny Kanuk menjelaskan, PaDes yang masuk ke Desa Mata Air setiap tahunnya sekitar Rp5 juta. Kalau untuk penghasilan di Pantai Sulamanda juga sebesar Rp5 Juta lebih.

“Tetapi untuk saat ini, karcis masuk ke Pantai Sulamanda kami tidak buka. Karena pandemi Covid-19, dan harus ada surat ijin keramaian,” pungkas Kades Benny.*