“Program ini seperti yang ditargetkan. Bedah rumah ini merupakan program yang luar biasa. Karen menyentuh langsung masyarakat kurang mampu,” tandasnya.
Sementara Esau Hanok dan isterinya tak kuasa menaham haru, dihadapan Wali Kota Kupang, keduanya hanya mengucapkan limpa terima kasih dengan mata berkaca-kaca.
Usai menyerahkan bantuan bedah rumah kepada keluarga Esau Hanok Loe, Wali Kota bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk meninjau rumah yang akan mulai dibedah. Di antaranya adalah rumah milik Janda (78) yang beralamat di RT 20, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Oma Nelci juga mengalami cacat fisik dan gangguan pada telinga, serta sering sakit-sakitan.
Selanjutnya Wali Kota bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi rumah milik Ibu Maria Nara Adu di RT 21/RW 8, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Ibu Maria adalah seorang janda usia 70 tahun yang tinggal bersama dua orang cucunya.
“Hari ini pengerjaan rumah Ibu Maria sudah dimulai. Seperti di tempat sebelumnya, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu ke depan,” jelas Jeriko.
Rumah terakhir yang dikunjungi Wali Kota merupakan rumah milik Bapak Siprianus Obenu di RT 04/RW 02, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima.
Bapak Sipri berprofesi sebagai tukang batu untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya. Dalam waktu dekat rumah tersebut akan mulai dibedah.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Camat Oebobo yang baru dilantik, Paulus Kajo Werang, SE, Lurah Liliba, Victor A. Makoni, S.Sos beserta RT setempat.*







Tinggalkan Balasan