Dalam rekaman tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang menyebut ada sekelompok pendemo yang berunjuk rasa di DPRD berasal dari Flores dan beragama Katolik.

Meski demikian, Yeskiel Loudoe telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dalam jumpa pers bersama awak media, Minggu 30 Mei 2021.

“Secara pribadi dan Ketua DPRD, serta keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan umat katolik mulai uskup, pastor dan para tokoh etnik suku Flores dan segenap umat katolik. Yang terpublikasi ke medsos merupakan sebuah kekeliruan,” tandasnya.*