Dia menyatakan baru akan menyediakan Tenaga Kontrak Daerah lagi dalam dua bulan kedepan, jika ada instansi yang membutuhkan tenaga kontrak.
“Semua tergantung kebutuhan, kalau tidak saya pangkas anggaran yang begitu besar untuk kembalikan kepada masyarakat,” ujar Bupati Malaka.
Menurutnya, mungkin kebijakan yang diambil dinilai kurang terkenal, namun ia justru ingin melakukannya untuk pembangunan Malaka lebih baik ke depannya.
Anggaran daerah, katanya, harus diprioritaskan untuk hal yang urgen sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Karena kita boros anggaran, tetapi di lain sisi untuk air minum saja kita susah. Nah ini hal-hal yang menjadi kebijakan saya, saya mohon dukungan dari bapak ibu sekalian, dari seluruh umat se-dekenat Malaka, karena kita hanya mau buat yang terbaik untuk Malaka.” tuturnya.
Perayaan Ekaristi itu dipimpin Deken Malaka, Romo Edmundus Sako, Pr didampingi Romo Yanto Bere, Pr, Romo Marsel Naikey, Pr dan Romo Yudel Fon Neno, Pr.
Romo Mundus Sako dalam khotbanya menekankan kepada umat Allah yang hadir akan arti penting peristiwa iman ketika Bunda Maria yang mengunjungi Elisabeth saudaranya itu.



Tinggalkan Balasan