Pertama, DPRD meminta kepada pemerintah daerah, BVMG, dan TNK, untuk segera melakukan kajian ilmiah atas dampak menurunnya debit air di Danau Kelimutu. Kajian ilmia tersebut diminta untuk dilakukan oleh tim independen, baik lembaga perguruan tinggi, maupun lembaga riset lainya yang memiliki kompetensi dibidangnya, (Geologi, Geokimia, Geofisika) dan hasil kajian ilmiah tersebut dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat umum.

Kedua, pemerintah daerah dan TNK, diminta untuk segera melaksanakan seremonial adat sesuai adat dan budaya setempat, atas dampak menurunya debit air di Sanau Kelimutu tersebut.

Ketiga, pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin dan berkala, baik atas menurunya debit air danau Kelimutu maupun dampak lingkungan atas aktivitas pengeboran panas bumi Mutubusa Sokoria di Kecamatan Ende Timur.

Sementara itu, Ketua P3MK Handrianus Bata, kepada Koranntt.com, menuturkan, danau Kelimutu merupakan ikon kabupaten Ende.

Untuk itu, dia berharap kepada DPRD maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk segera merespons persolan ini, sehingga segera diketahui apa penyebab terjadinya penurunan debit air.