Ende, KN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, melakukan kunjungan kerja (KUKER) ke tempat pariwisata danau Kelimutu, Rabu 26 Mei 2021.
Kunjungan kerja tersebut, merupakan bentuk respons terhadap pengaduan yang disampaikan oleh Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu (P3MK), terkait penurunan debit air di salah satu danau Kelimutu.
Angota DPRD Ende, Maksimus Deki, usai melakukan pantaun di lokasi tersebut menyampaikan kondisi air sangat memprihatinkan. Bahkan debit air sangat berkurang dari sebelumnya.
“Iya, saya tadi langsung turun di danau Atabupu, bersama teman-teman dari P3MK untuk mengecek secara jelas kondisi ril untuk memastikan kebenaran, sesuai apa yang diadukan oleh mereka. Dari hasil pantauan dilokasi ternyata apa yang disampaikan oleh teman-teman P3MK, ternyata benar terjadi,” ujar Maximus Deki kepada wartawan.
Dia menjelaskan, secara kelembagaan, DPRD Kabupaten Ende akan menyampaikan beberapa rekomendasi terkait dengan persolan tersebut.
Pertama, DPRD meminta kepada pemerintah daerah, BVMG, dan TNK, untuk segera melakukan kajian ilmiah atas dampak menurunnya debit air di Danau Kelimutu. Kajian ilmia tersebut diminta untuk dilakukan oleh tim independen, baik lembaga perguruan tinggi, maupun lembaga riset lainya yang memiliki kompetensi dibidangnya, (Geologi, Geokimia, Geofisika) dan hasil kajian ilmiah tersebut dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat umum.
Kedua, pemerintah daerah dan TNK, diminta untuk segera melaksanakan seremonial adat sesuai adat dan budaya setempat, atas dampak menurunya debit air di Sanau Kelimutu tersebut.
Ketiga, pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin dan berkala, baik atas menurunya debit air danau Kelimutu maupun dampak lingkungan atas aktivitas pengeboran panas bumi Mutubusa Sokoria di Kecamatan Ende Timur.
Sementara itu, Ketua P3MK Handrianus Bata, kepada Koranntt.com, menuturkan, danau Kelimutu merupakan ikon kabupaten Ende.
Untuk itu, dia berharap kepada DPRD maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk segera merespons persolan ini, sehingga segera diketahui apa penyebab terjadinya penurunan debit air.







Tinggalkan Balasan