Selain menerapkan prokes, pihak sekolah juga akan menempatkan satu orang petugas medis di lingkungan sekolah secara permanen, guna mengawasi dan memantau kondisi para guru dan siswa di sekolah.

“Sengaja kami tempatkan petugas medis di sekolah, karena mereka lebih memahami dunia kesehatan. Dan akan di biayai pihak sekolah, untuk melakukan pemeriksaan dan mendeteksi virus tersebut, agar KBM di sekolah betul-betul terpantau. Karena yang paling penting adalah keselamatan siswa dan komponen sekolah,” jelas Gidus.

Dia menjelaskan, pihak sekiolah juga akan membentuk panitia khusus penanganan Covid-19 di sekolah, karena mengingat jumlah siswa kelas X dan XI sangat banyak.

“Jadi nanti panitia bersama petugas medis akan berkolaborasi dalam penanganan dan penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Selain itu, sekolah juga akan membatasi jumlah siswa. Dalam satu ruang kelas akan di isi sebanyak 18 siswa, sehingga tidak terjadi kerumunan, para siswa dan guru diwajibkan menggunakan masker dan handsanitizer saat berada di lingkungan sekolah