Namun yang menjadi persoalan adalah pekerja asal NTT di Kutai Barat yang tidak punya KTP pasti tidak punya kartu BPJS maupun asuransi lainnya.
Para pekerja asal NTT juga sering memalsukan identitas mereka menggunakan KTP milik orang lain, untuk mencari pekerjaan di Kutai Barat.
“Ini menjadi satu masalah besar. Karena pernah terjadi, mereka datang membawa foto copy KTP teman mereka. Misalnya nama aslinya Blasius, tetapi perusahan mengenal dia dengan nama Fransiskus. Karena dia lamar menggunakan KTP Fransiskus,” terangnya
“Jika ada tenaga kerja perusahan yang meninggal, pihak perusahan tidak akan ambil pusing untuk mengurus dan memulangkan jenazah mereka. Karena yang dilayani adalah pekerja yang namanya sesuai dengan KTP,” sambung Michel.
Alhasil, jika ada pekerja asal NTT yang meninggal dunia akan dikuburkan di tengah kebun sawit, karena tidak memiliki identitas yang jelas.
“Kami sudah keras dengan pihak perusahan agar jangan hanya manfaatkan tenaga mereka saja. Tetapi harus bertanggung jawab, jika mereka meninggal. Jenazah mereka harus di kirim pulang,” tegas Michel





Tinggalkan Balasan