“Saya berani sumpah, demi Tuhan saya tidak melakukan itu. Nardi dan adiknya (Pangkrasius) datang di halaman rumah saya dengan marah – marah. Makanya saya ke luar bawa dengan parang untuk berjaga – jaga. Sampai di luar dia punya adik datang rebut parang di saya dan tangannya terluka. Saya tidak tahu luka di leher Pangkarius, mungkin itu kena pagar bambu di depan rumah saya,” kata Dadu.
Ia juga membantah terkait makian dan ancaman pemerkosaan terhadap Istri dari Jurnalis Bidik News tersebut.
“Saya tidak pernah maki apalagi ancam perkosa istri Nardi. Saya hanya ngamuk – ngamuk dari rumah karena pada malam sebelumnya Nardi lempar rumah saya tanpa sebab,” jelas Dadu.
Pengakuan Para Saksi
Saksi dalam kasus ancaman pembunuhan tersebut membantah semua keterangan pelaku Romanus Dadu, saat Media ini menyandingkan keterangan yang disampaikan.
Yoseph Tote, tetangga Pelaku membenarkan aksi kekerasan non herbal yang dilakukan Pelaku Romanus, pada siang hari Jumat 14 Mei itu.
“Saya melihat dan mendengar Pelaku mengamuk dan melontarkan Kata-kata kasar terhadap Istri Nardi Jaya. Semua yang dikatakan Nardi itu sudah faktanya,” terang Tote.
Sementara itu, Elisabeth Harianti Ayu, yang kebetulan saat kejadian berada bersama Istri Nardi Jaya juga membenarkan hal serupa.
“Kami mendengar Dadu memaki dan ingin memperkosa Kakak Ipar saya. Ia mengamuk sambil mengancam dengan menggunakan parang,” tutur Elisabeth.
Sementara itu, Petrus K. Yatis, Saksi yang berada di TKP saat kejadian pengancaman pembunuhan, membantah semua keterangan yang disampaikan Pelaku Romanus Dadu.
“Saya dan beberapa teman ada di TKP malam itu. Kami melihat dadu mengamuk dan mengayunkan parang sehingga melukai tangan dan leher korban Pankrasius Jaya. Tidak dibenarkan kejadian tersebut terjadi di kintal/halaman rumah Pelaku Romanus,” tandas Petrus.
Saksi lain, Dominikus Endoru, membantah apa yang disampaikan Dadu. Ia menegaskan bahwa yang disampaikan Pelaku adalah bentuk pembelaan diri.
“Satu Kampung ini tidak ada yang suka dengan tingkah laku Pelaku saat mabuk. Ia tidak segan-segan memaki bahkan mengancam orang kalau dalam posisi mabuk. Tapi kalau tidak mabuk, dia biasa-biasa saja. Aneh!!” paparnya.




Tinggalkan Balasan