Dia menjelaskan, total ada 18 sekolah yang hadir dalam kegiatan Bimtek penyusunan Arkas, dan masing-masing sekolah mengirimkan tiga orang guru.
“Kegiatan itu dihadiri juga Kepala Sekolah, Bendahara, dan Operator Sekolah. Jadi kalau 18 sekolah, maka jumlahnya 54 peserta. Kegiatan penyusunan arkas dibuka langsung oleh Kepala Dinas P dan K Ende, Mensi Tiwe,” ucapnya.
Namun dia menyatakan menemukan ada hal yang aneh, karena anggaran yang disetor oleh setiap sekolah yang mengirimkan gurunya mengikuti Bimtek, harus berdasarkan jumlah dana BOS sekolah.
“Jika dana BOS di bawah Rp70 Juta, maka sekolah hanya bisa mengirimkan satu orang guru. Sementara sekolah dengan dana BOS di atas Rp70 Juta seperti SD GMIT Ende 4, maka bisa mengirimkan guru sebanyak dua orang, dan menyerahkan uang sebanyak Rp3 Juta ke Dinas P dan K,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mensi Tiwe yang dihubungi awak media terkait pengembalian uang tersebut belum menjawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas P dan K Kabupaten Ende.*





Tinggalkan Balasan