Ende  

Dinas P dan K Ende Kembalikan Sejumlah Uang, Pihak Sekolah Bingung

Ilustrasi Dana BOS

Ende, KN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende mengembalikan sejumlah uang kepada sekolah, diduga hasil pengutuan untuk kegiatan Bimtek.

Kepala Sekolah SD GMIT Ende 4, Julius Kores menyampaikan, sebelumnya uang kegiatan Bimtek diserahkan kepada salah satu staf Dinas P dan K Ende, namun dikembalikan pada tanggal 19 April 2021.

“Uangnya kami serahkan kepada salah satu staf Dinas P dan K. Namun kami bingung, uang tersebut dikembalikan lagi oleh yang bersangkutan pada 19 April 2021,” ujar Julius kepada Koranntt.com sambil menunjukan bukti kuitansi pada Senin 26 April 2021.

Dia menjelaskan, uang tersebut sebelumnya diminta untuk disetor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende yang menginisiasi kegiatan bimbingan teknik karya tulis ilmiah bersama pihak ketiga.

Kegiatan itu sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat bagi para guru Sekolah Dasar (SD), dan juga untuk meningkatkan kapasitas guru.

“Kami menghadiri kegiatan yang dilaksanakan Dinas P dan K Ende, untuk SD di wilayah Kecamatan Ende Utara. Kegiatanya dilaksanakan di SD Ende 9,” ujar Julius.

Dia menjelaskan, total ada 18 sekolah yang hadir dalam kegiatan Bimtek penyusunan Arkas, dan masing-masing sekolah mengirimkan tiga orang guru.

BACA JUGA:  Pilkada 2024, Warga Dapil Malaka 1 Dukung Henri Melki Simu Maju Balon Wakil Bupati Malaka

“Kegiatan itu dihadiri juga Kepala Sekolah, Bendahara, dan Operator Sekolah. Jadi kalau 18 sekolah, maka jumlahnya 54 peserta. Kegiatan penyusunan arkas dibuka langsung oleh Kepala Dinas P dan K Ende, Mensi Tiwe,” ucapnya.

Namun dia menyatakan menemukan ada hal yang aneh, karena anggaran yang disetor oleh setiap sekolah yang mengirimkan gurunya mengikuti Bimtek, harus berdasarkan jumlah dana BOS sekolah.

“Jika dana BOS di bawah Rp70 Juta, maka sekolah hanya bisa mengirimkan satu orang guru. Sementara sekolah dengan dana BOS di atas Rp70 Juta seperti SD GMIT Ende 4, maka bisa mengirimkan guru sebanyak dua orang, dan menyerahkan uang sebanyak Rp3 Juta ke Dinas P dan K,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mensi Tiwe yang dihubungi awak media terkait pengembalian uang tersebut belum menjawab.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas P dan K Kabupaten Ende.*