“Masyarakat sudah menyiapkan tanah di sana. Sementara di Desa Oesena tidak lagi terdapat lokasi, jadi kita minta izin Gubernur untuk memanfaatkan lahan hutan yang ada di sana,” jelasnya.
Sebelumnya di hadapan anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Plt Kepala BPBD NTT, Isyak Nuka menyampaikan ada tiga wilayah terdampak parah yang belum memasukan data korban bencana.
“Macam tadi dalam laporan saya sampaikan kepada bapak ibu anggota DPRD, bahwa Flotim, Alor dan Kabupaten Kupang, datanya harus secepatnya dimasukan,” ujar Isyak Nuka di hadapan sejumlah awak media.
Dia menambahkan pihaknya juga akan melakukan uji publik terhadap data yang sudah dimasukan oleh 8 Kabupaten/Kota.
“Saya akan tugaskan teman-teman untuk melakukan uji publik terhadap data-data yang masuk,” jelas Nuka.
Sejauh ini, menurut BPBD NTT, Kabupaten/Kota yang telah memasukan data korban terdampak bencana badai siklon tropis seroja di NTT adalah, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Lembata, Belu, Malaka, Sabu Raijua dan Ende.*



Tinggalkan Balasan