“Setiap hari saya di telepon oleh korban di Malaka untuk menggantikan uang mereka. Saya bahkan diancam untuk dilaporkan ke Polres Malaka. Semua pesan saya teruskan ke Nadia, tetapi saya hanya diberi janji oleh mereka,” jelasnya.

Terbaru, kata Herman, Nadia pernah mengatakan telah meminjam uang sebesar Rp450 juta di Bank Mandiri Jakarta untuk menggantikan uang Herman Klau dan sejumlah korban lainnya di Malaka.

“Dia bilang ada uang Rp450 juta mereka kredit di Bank Mandiri Jakarta dengan jaminan tanah keluarga ibunya dan saudaranya di Jakarta. Tetapi sampai hari ini uang itu tidak pernah sampai,” jelasnya.

Jika Rosca Leonita mengatakan kasus tersebut murni kesalahannya tanpa melibatkan Nadia, maka patut dipertanyakan. Karena Herman memiliki bukti kuat untuk membongkar kasus tersebut.

“Silahkan mereka berasumsi. Karena saya memiliki seluruh bukti chat dan voice note, dan bisa membedakan suara Nadia dan ibunya. Saya punya bukti kuat untuk bongkar kasus ini,” tegas Herman.

Dia mengaku memiliki juga sejumlah bukti kuitansi yang ditanda tangani langsung oleh Nadia diatas meterai 6000.

“Jadi pernyataan Rosca sudah dikemas sehingga anaknya Nadia selamat dari kasus ini. Tetapi bukti transfernya ada di saya dan bisa dibuktikan,” imbuhnya.

Sementara Tenga Aramita Nadia Riwu Kaho dalam beberapa kesempatan membantah dirinya terlibat dalam kasus penipuan tersebut.

Kepada media, Nadia menjelaskan, semua akun media sosialnya digunakan oleh ibunya Rosca Leonita untuk melakukan tindakan penipuan.*