“Tim Unika bersama para alumnus memberikan bantuan secara langsung ke tangan korban terdampak langsung, yakni mereka yang benar-benar kehilangan rumah dan anggota keluarga,” ujar Marselus Ruben Payong.
Distribusi bantuan gelombang pertama diberikan kepada para korban terdampak langsung dari Desa Waowala. Para korban tersebut mengungsi di pondok-pondok kebun dan rumah milik keluarga karena mereka kehilangan rumah akibat banjir bandang, Minggu 4 April 2021 lalu.
Sementara, Polikarpus Payong, anggota tim Unika Santu Paulus Ruteng mengungkapkan, umumnya para korban dari Desa Waowala mengungsi di pondok milik keluarga.
“Masyarakat kami umumnya tinggal di pondok-pondok kebun dan rumah bersama keluarga mereka. Kita akan menyusuri kebun-kebun untuk menemui mereka,” ungkap Dosen asal Waowala ini.
Lidwina Tulit, seorang korban bencana menyampaikan terima kasih atas Bantuan dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.
“Saya dan keluarga ucapkan terima kasih buat keluarga besar Unika Santu Paulus Ruteng yang datang jauh-jauh dari Ruteng hanya untuk mau bertemu kami. Kami sungguh dihibur dan dikuatkan,” ungkap mama yang kehilangan anaknya karena bencana itu.



Tinggalkan Balasan