Dia menjelaskan, jika benar masyarakat Merbaun hanya menerima bantuan seperti itu, maka desain yang dilakukan tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Karena itu harus ada koordinasi dari BPBD, Pemkab dan Pemprov NTT, sehingga desain logistik perlu disesuaikan. Karena harus juga melihat jumlah kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Kata Marius, bantuan yang diberikan kepada masyarakat berupa 1 butir telur ayam, 1 bungkus mie instan dan 1 Kg beras sangat tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kalau diberikan untuk digunakan selama satu minggu, berarti tidak cukup. Karena jika satu keluarga terdiri dari bapa, mama dan anak. Itu tidak pas,” ucapnya.
Dia berharap agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi hal seperti itu. Kasihan masyarakat. Karena tidak cukuplah bantuan seperti itu,” pungkas Marius.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Paulus Ati menyampaikan pihaknya telah menyalurkan lebih dari 5 ton beras kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Amarasi Barat.



Tinggalkan Balasan