“Karena kader posyandu merupakan garda terdepan. Sehingga kami melatih mereka untuk membuat susu kedelai bagi anak-anak yang mengalami stunting, dan juga pelatihan public speaking, agar dapat menyampaikan informasi dengan benar,” tandasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldy Hagur Nabit menyampaikan, untuk menekan angka stunting di Manggarai, akan didahului dengan proses pendataan.

“Pendataan bisa berjalan dulu baru disesuaikan datanya. Sehingga kalau sudah sesuai, baru kita kerjakan untuk menurunkan angka stunting di Manggarai,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya sekarang sedang melakukan pembentukan kelompok Dasa Wisma beranggotakan 20 orang, dengan tujuan bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.

“Sehingga kalau datanya sudah dapat, kita akan melakukan edukasi terkait tugas kader Dasa Wisma dan tugas kader posyandu, agar kedepannya angka stunting bisa menurun,” ucapnya.

Untuk pelatihan kader posyandu, kata Nabit, seluruh kader Dasa Wisma akan digerakan. Intinya ada sistemnya sehingga programnya dapat berjalan dengan baik dan tepat pada sasaran, yaitu pada daerah yang angka stuntingnya tinggi.