Untuk pelatihan kader posyandu, kata Nabit, seluruh kader Dasa Wisma akan digerakan. Intinya ada sistemnya sehingga programnya dapat berjalan dengan baik dan tepat pada sasaran, yaitu pada daerah yang angka stuntingnya tinggi.
“Pelatihan akan segera diadakan, tetapi kadernya dibentuk, dan datanya kami pegang dulu, agar mengetahui pelatihan apa yang dibutuhkan kader kita. Seperti kegiatan sekarang, semuanya bingung karena tidak ada buku saku. Ini menjadi bahan masukan bagi Dinkes dan Bappeda,” katanya.
Pihaknya juga akan menggagas pembentukan PAUD Holistik Integratif untuk kerja sama dan saling berkoordinasi, sehingga jika PAUD terkena masalah, bisa diselesaikan di Posyandu. Karena posyandu merupakan pelayanan kesehatan paling dasar untuk masyarakat.
“Karena di PAUD, selain pendidikan, terdapat pengembangan psikologi, fisik dan cara bersosialisasi anak. Kalau di posyandu, kita bicara pertumbuban anak seperti tinggi badan, berat dan lingkar kepala,” terangnya.
Meldy Nabit berharap program yang akan dijalankan bukan hanya dari lingkup pemerintahan, tetapi dapat bekerja sama dengan semua elemen dan lapisan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa memberikan informasi yang benar supaya kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran,” terang Meldy Nabit.
Dia menambahkan, progres ke depan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi bersama pihak Desa dan Kecamatan, karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Untuk melayani masyarakat, tugas kami sebagai PKK, Dekranasda dan Bunda PAUD adalah untuk menggerakan dan memotivasi. Karena semuanya sudah ada. Tinggal digerakan saja,” imbuh Meldy Nabit.*







Tinggalkan Balasan