Nimrot menambahkan, meski atap rumah masih tetap utuh, namun pagar rumahnya tidak selamat dari amukan badai siklon tropis Seroja.

Sementara istri Nimrot, Laurince Ie mengaku sangat ketakutan, saat badai siklon tropis Seroja terjadi.

Menurut Laurince, saat itu mereka hanya bertiga bersama suami dan ibunya di dalam rumah kecil itu.

“Saya sangat takut. Kami bertiga tahan seng dari dalam, sambil menangis minta tolong Tuhan, biar jangan terbongkar,” ucap Laurince.

Alhasil, meski beberapa rumah di daerah itu hancur, tetapi rumah Nimrot Ie dan keluarga tetap utuh, dan selamat dari amukan badai siklon tropis Seroja.

Kepada wartawan, Pasutri ini juga mengaku baru sekali mendapat bantuan dari pemerintah berupa beras. Namun hingga saat ini mereka belum mendapat bantuan baik dari pemerintah maupun dari pihak luar.

“Kami pernah dapat bantuan tahun lalu berupa beras raskin. Tetapi tahun ini belum. Bantuan sosial untuk covid-19 juga kami tidak dapat,” imbuh Laurince.*