Sorgum bukan menjadi komoditas baru, karena Sorgum sudah menjadi tanaman endemik di NTT, bahkan sudah memiliki nama dalam bahasa daerah.
“Jadi ini hampir menjadi tanaman endemik. Namun perlu ada riset lanjutan, karena dalam membangun dunia, diperlukan riset-riset yang sangat menguntungkan,” jelas Gubernur Laiskodat kepada wartawan.
Dia menjelaskan, benih Sorgum Bioguma 3 merupakan benih yang jauh lebih baik, jika dibandingkan dengan Sorgum-sorgum sebelumnya.
“Karena Sorgum ini memiliki hasil yang jauh lebih baik, lebih padat, dan tentunya sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi NTT akan menyiapkan komoditas Sorgum agar dapat dikembangkan di atas lahan seluas 50.000 Ha, serta mesin pencacah yang akan tersebar di seluruh NTT.*



Tinggalkan Balasan