“Tips mengindari narkoba dan free sex adalah selektif dalam pergaulan, perkuat spiritual dan kehidupan rohani, miliki hobi dan aktivitas positif, serta ingatlah cita-cita atau masa depan,” ujar dr. Ronald Susilo.

Jefrin Haryanto, MPSI selaku pemateri kenakalan remaja mengatakan, hasil studi memperlihatkan bahwa 8 dari 10 anak yang melakukan seks pra nikah di Ruteng memiliki beberapa alasan.

Diantaranya, stres di rumah, lari dari rumah, sering berkelahi dengan orang tua, dan akibat broken home atau perceraian orang tua mereka.

Menurut para pelaku seks pra nikah, hal itu dilakukan sebagai cara untuk menenangkan diri, menyembuhkan diri, atau lari dari masalah.

“Orang tua dan fungsi keberumahan, cenderung memudar. Rumah tidak lagi dirindukan. Semua faktor ini akan saling berinteraksi, sehingga akan mempengaruhi bagaimana seorang remaja menampilkan sebuah informasi tertentu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini prostitusi digandrungi oleh remaja sampai Ibu Rumah Tangga (IRT).

“Untuk mengatasi itu, yang pertama sebenarnya membangun dari keluarga, karena prostitusi itu hanya hilirnya atau ujungnya,” ungkap Jefrin.