“Saya tidak mau ikut-ikut. Karena setiap kali kita mengambil sebuah keputusan, berarti kita siap untuk menerima resikonya,” ujarnya.
Dia menyampaikan, partai politik, bukan perusahan, sehingga semua anggota keluarga bisa menjadi komisaris pada perusahan itu.
“Sehingga ketika Moeldoko melakukan KLB, saya langsung berposisi pada mendukungnya. Tidak ada pertimbangan lain. Karena kalau harus setia pada AHY itu tidak pas. Jika pernyataan bahwa setia pada Demokrat, pasti semua setia,” jelas Papa Resi.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya Ketua Umum sehingga dia memilih setia kepada Partai Demokrat, bukan setia pada AHY.
“AHY hanya Ketua Umum kok harus setia pada dia. Jadi konteksnya tidak pas. Makanya saya memilih untuk memilih KLB. Kalau ada surat pernyataan bahwa setia pada partai Demokrat maka saya siap,” tandasnya.*



Tinggalkan Balasan