Kisah Seorang Ayah di Kupang yang Cabuli Anak Kandung dan Ibu Tirinya

SYN saat ditangkap aparat Polres Kupang Kota / Dian

Kupang, KN – Seorang pria berinisial SYN di Kota Kupang ditangkap aparat Polres Kupang Kota karena diduga mencabuli anak kandung GYN.

Mirisnya, SYN juga merupakan seorang residivis yang pernah diadili, karena tindak pidana pencabulan terhadap ibu tirinya.

Gadis malang berusia 16 tahun itu dijadikan budak seks dan dicabuli berkali-kali sejak masih kecil. Perbuatan bejat itu diteruskan pada Agustus hingga November 2020 setelah keluar dari penjara.

Perilaku bejat SYN kemudian dilaporkan oleh korban ke Polres Kupang Kota melalui kuasa hukum LBH Surya NTT, dengan bukti laporan Nomor LP/B/178/III/2021 SPKT Polres Kupang Kota.

Setelah menerima laporan, Tim Buru Sergap Polres Kupang Kota pun bertindak cepat menangkap pelaku di kawasan hutan mangrove, belakang Supermarket Dutalia, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Minggu 14 Maret 2021, dini hari.

Saat ditangkap, pelaku tidak berkutik dan tidak melawan. Pelaku kemudian digiring ke Mapolres Kupang Kota untuk diproses hukum.

Sementara korban telah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang. Korban pun telah diperiksa penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kupang Kota didampingi tim kuasa hukum LBH Surya NTT.

Sementara itu, Ketua LBH Surya NTT, E.Nita Juwita, SH., MH mengatakan, korban mengaku menjadi budak seks ayah kandungnya sejak ia masih berusia kanak-kanak.

BACA JUGA:  Dorong Percepatan Vaksinasi, Wawali dan Forkopimda Pantau Puskesmas

Aksi bejat sang ayah berlanjut setelah ayahnya bebas dari penjara Agustus 2020 lalu.

“Istri SYN telah meninggal dunia sejak 2016 lalu. Sepeninggal istrinya, SYN hidup dengan tiga anaknya (1 perempuan, 2 laki-laki). GYN merupakan anak perempuan satu-satunya dan putri sulung dari SYN,” ujarnya kepada wartawan.

Dari pengakuan korban, pada Jumat 5 Maret 2021 lalu, ayahnya memaksanya berhubungan badan. Permintaan sang ayah itu ditolaknya. Untuk menghindar dari aksi keji sang ayah, korban pun minggat dari rumah dan menginap di rumah kerabatnya.

Namun, pada Selasa 9 Maret 2021, korban memutuskan pulang ke rumah ayahnya. Saat itu, ayahnya marah dan menganiaya korban hingga babak belur. Korban kemudian kabur dari rumah mencari perlindungan ke tetangga.

“Saat kita tanya, korban membuka aib ayahnya. Korban mengaku selama ini menjadi budak seks ayah kandungnya. Terakhir korban mengaku disetubuhi ayah kandungnya pada November 2020 lalu,” katanya.

Saat ini, selain korban polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini. Pelaku kini sudah ditahan di sel Mapolres Kupang Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (DT/KN)